Pengumuman Situs
Chengdu 365 Telah Hadir — Chengdu Anda dalam 24 Bahasa Dimulai di Sini
Selamat datang di chengdu365.com, gerbang global menuju Chengdu! Dari panda raksasa dan hot pot pedas hingga 3.000 tahun…
Budaya

#4 Kain Sutra Shu dan Sulaman Shu

Chengdu pernah terkenal di dunia karena sejenis sutra, yang sudah sangat indah dua ribu tahun yang lalu. Lihat bagaimana ia ditenun hari ini, dan apa yang harus dibeli.

#4 Kain Sutra Shu dan Sulaman Shu

Jauh sebelum Chengdu menjadi kota metropolitan, ia sudah terkenal karena sebuah barang mewah: kain sutra Shu. Sutra dengan anyaman emas dan warna-warni ini, di Tiongkok kuno setara dengan kain tenun terkenal dari Suzhou dan Nanjing. Dinasti Han secara khusus menunjuk "pejabat kain" di sini untuk mengelola penenunan kain, julukan paling awal Chengdu因此叫 "kota pejabat kain" — kemudian berkembang menjadi "kota kapas" yang romantis dalam puisi.

Perbedaan Kain Tenun dan Sulaman

  • Kain sutra Shu ditenun: pola dimasukkan saat menenun di mesin, tradisional menggunakan mesin tenun kayu jacquard besar, warna-warna cerah, kedua sisi hampir sama indahnya, kilau sutra halus dan tebal.
  • Sulaman Shu disulam: di atas dasar sutra polos, pola disulam jarum demi jarum menggunakan jarum dan benang sutra. Ini adalah salah satu dari empat sulaman terkenal Tiongkok, terkenal dengan ikan, panda, dan pemandangan yang realistis, seutas benang sutra dapat dibelah menjadi hingga 48 helai.

Ke Mana Melihat Penenunan

Di Museum Penenunan dan Sulaman Sutra Shu Chengdu, pengrajin tua hingga kini masih mengoperasikan mesin tenun kayu tua. Anda dapat melihat penenun merangkai bunga secara manual di mesin jacquard abad ke-19, melihat jarum penjahit berterbangan di atas sutra. Museum juga memamerkan proses pewarnaan, menjual koleksi asli (harganya tidak murah). Syal kain sutra Shu atau sepotong sulaman kecil panda berbingkai, adalah oleh-oleh paling asli di kota ini.

Sungai yang Memberi Nama Kota

Kain sutra yang baru diwarnai harus dibilas dan difiksasi warnanya di sungai lokal, saluran air ini因此 dinamai Sungai Jinjiang, yaitu "sungai kain tenun". Kini Anda masih dapat berjalan-jalan di tepiannya saat senja, merasakan asal-usul kekayaan yang diberikan sutra ini kepada Chengdu.

Mengapa Kata "Kain" Ini Begitu Berat

Asal-usul nama Chengdu, bahkan nama sungai itu, berasal dari kain ini. Dua ribu tahun yang lalu kain sutra Shu sudah begitu berharga sehingga dinasti Han mendirikan pejabat kain di sini, sebagian gaji pejabat bahkan dibayarkan dengan kain sutra. Di seluruh Tiongkok kekaisaran, mengenakan kain sutra Shu sama dengan menunjukkan identitas, kekayaan, dan selera. Memahami hal ini, aula pameran yang sunyi berubah menjadi cerita tentang bagaimana barang mewah membentuk karakter sebuah kota.

Saat melihat mesin tenun, mohon perlambat. Setiap benang diwarnai terlebih dahulu sebelum masuk mesin, pola ditenun sedikit demi sedikit, bukan dicetak setelahnya. Coba tanya penenun: kain tenun memasukkan pola ke dalam kain itu sendiri, sedangkan sulaman menusukkan jarum demi jarum pada kain yang sudah jadi, keduanya berbeda. Syal, dompet kecil, adalah kenang-kenangan jangka panjang yang lebih bermakna daripada gantungan kunci produksi massal.

Informasi Praktis

  • Alamat: Museum Penenunan dan Sulaman Sutra Shu Chengdu, Jalan Caotang Timur, Distrik Qingyang, dekat Rumah Jerami Du Fu
  • Transportasi: Turun di Stasiun Caotang Utara Jalur 4 Kereta Bawah Tanah, kemudian taksi sejenak; dapat diatur dengan Rumah Jerami Du Fu di pagi yang sama
  • Jam Buka: sekitar 9:00-17:30, bengkel penenunan tutup lebih awal
  • Tiket: museum umumnya gratis; aula pameran mesin tenun tua mungkin mengenakan biaya kecil tambahan
  • Tips: melihat sulaman harus melihat sisi belakang untuk menilai keterampilan sulaman. Buatan tangan murni harganya tidak murah; jika panda "sulaman tangan" hanya dijual 30 yuan, pasti sulaman mesin. Toko di museum tidak bisa ditawar.

Sejak "pejabat kain" dinasti Han dua ribu tahun yang lalu, Chengdu masih menggunakan cara paling lambat, menenun sutra jarum demi jarum.

← Back to section

Related Articles