Pengumuman Situs
Chengdu 365 Telah Hadir — Chengdu Anda dalam 24 Bahasa Dimulai di Sini
Selamat datang di chengdu365.com, gerbang global menuju Chengdu! Dari panda raksasa dan hot pot pedas hingga 3.000 tahun…
Budaya

#6 Budaya Tiga Kerajaan Chengdu · Shu Han

Zhuge Liang, perdana menteri bijaksana yang dihormati orang Tiongkok selama seribu delapan ratus tahun, beristirahat di Chengdu. Kuil Wuhou adalah jantung legenda Tiga Kerajaan.

#6 Budaya Tiga Kerajaan Chengdu · Shu Han

Jika Anda sedikit memahami budaya Tiongkok, Anda pasti mengenal nama-nama ini: Liu Bei, Guan Yu, Zhang Fei, Zhuge Liang. Mereka adalah pahlawan periode Tiga Kerajaan (220-280 M), dan Chengdu adalah ibu kota kerajaan mereka, Shu Han. Seribu delapan ratus tahun kemudian, kisah orang-orang ini masih memengaruhi cara orang Tiongkok membicarakan kesetiaan, strategi, dan persahabatan — semuanya berkumpul di Kuil Wuhou.

Apa yang sebenarnya Anda lihat

Kuil Wuhou adalah kompleks yang jarang ditemukan: kuil untuk memuja ahli militer luar biasa Zhuge Liang, yang sepanjang sejarah telah menyatu dengan makam rajanya, Liu Bei (Makam Hui). Jalan setapak pohon cemara di antara dinding merah menghubungkan aula, prasasti batu, dan koridor yang penuh dengan patung tokoh Shu Han. Yang paling fotogenik adalah jalan setapak dinding merah, di mana sinar matahari menembus di antara bambu hijau dan jatuh di dinding merah tua.

Mengapa Zhuge Liang masih penting hingga kini

  • Dia adalah model budaya menteri yang setia, tidak mementingkan diri sendiri, dan bijaksana; "Chushibiao" (Laporan Sebelum Berperang) masih menjadi bacaan wajib yang harus dihafal siswa Tiongkok hingga kini.
  • Namanya menjadi sinonim untuk rencana cerdik yang tersembunyi.
  • Melalui penggambaran novel abad ke-14 "Romansa Tiga Kerajaan", dari Beijing hingga Singapura, setiap penutur bahasa Tionghoa tahu kisahnya.

Tetangga: Jalan Kuno Jinli

Di belakang kuil terdapat Jinli, jalan kuno bergaya Dinasti Qing yang dibangun kembali, lengkap dengan jajanan, lukisan gula, topeng opera, dan kedai teh. Ini komersial, tetapi memiliki suasana yang bagus setelah lampu dinyalakan saat senja. Lihat kuil di siang hari, sore hari berjalan sambil makan di Jinli.

Mengapa Zhuge Liang masih dipuja hingga kini

Tokoh Tiga Kerajaan sebagian besar dikenang sebagai panglima perang atau penyair, tetapi Zhuge Liang diwariskan dengan citra yang lebih jarang: menteri yang sempurna. Dalam budaya yang hingga kini sangat menghargai kesetiaan dan integritas, Kuil Wuhou lebih merupakan pemujaan terhadap ideal menjadi pejabat daripada pemujaan seorang jenderal. Berjalanlah perlahan melewati aula, baca prasasti batu — pengunjung dari berbagai zaman datang ke sini, mengukur diri mereka dengan standar yang dia tetapkan.

Sebaiknya kunjungi pagi hari sebelum rombongan turis tiba. Setelah melihat, Anda bisa mengunjungi Jalan Kuno Jinli di luar pintu, tetapi untuk makan silakan belok ke gang-gang sekitar, jangan di jalan turis. Jika hanya membaca satu kisah, bacalah prasasti kehidupan: itu menceritakan bagaimana seorang pertapa dengan latar belakang rendah menjadi penasihat paling dipercaya di zamannya. Di sini lebih tenang dan lebih merenung daripada yang dibayangkan多数 turis.

Informasi Praktis

  • Alamat: No. 231, Jalan Kuil Wuhou, Distrik Wuhou
  • Transportasi: Jalur 3 Kereta Bawah Tanah Stasiun Gaoshengqiao, berjalan kaki sekitar sepuluh menit melewati taman sampai tiba
  • Jam Buka: musim panas 8:00-20:00, musim dingin tutup sedikit lebih awal; area taman masih buka di malam hari
  • Tiket: sekitar 50 yuan; Jalan Kuno Jinli gratis
  • Tips: jika tidak memahami kisahnya, makna patung terbatas, disarankan membeli panduan atau menyewa perangkat panduan. Datang pagi untuk menghindari rombongan, 2 jam di dalam kuil, 1 jam di Jinli.

Berdiri di depan aula Zhuge Liang, dikelilingi naungan pohon cemara, Anda akan mengerti mengapa seorang negarawan yang meninggal seribu tujuh ratus tahun yang lalu masih dihormati dengan panggilan "Wuhou" hingga kini.

← Back to section

Related Articles