Zhong Shuijiao (zhōng shuǐjiǎo) dinamai dari seorang pedagang bernama Zhong Xie pada akhir Dinasti Qing. Berbeda dengan pangsit air utara, Zhong Shuijiao tidak berkuah, juga tidak dicelup cuka terpisah, melainkan setelah matang langsung dimasukkan ke piring dangkal, disiram minyak cabai merah racikan toko sendiri. Kulitnya lebih tipis, isinya daging murni, tidak ada sawi putih juga tidak ada udang. Satu gigitan, adalah aroma daging murni dan aroma minyak cabai merah.
Apa Rasa Minyak Cabai Merah Itu
Minyak cabai merah Zhong Shuijiao adalah kuncinya: minyak cabai merah, kecap asin, sedikit gula, setetes cuka Baoning, bawang putih cincang, wijen sangrai. Terlihat merah menakutkan, tapi saat masuk mulut terasa manis dulu lalu asin, terakhir sedikit numbing di tenggorokan. Satu porsi sepuluh buah, gemuk berbaring di piring, harus dua buah sekaligus, disendok bersama kuahnya.
Cara Pesan dan Paduan
Untuk mencoba pesan "satu liang" (sekitar 6 buah), sebagai camilan; sebagai sarapan pesan "dua liang" (10 buah). Padukan dengan semangkuk sup asam pedas (suānlà tāng) atau segelas es asam plum. Jangan anggap sebagai hidangan utama dalam hidangan besar, ini adalah camilan.
Informasi Praktis
- Alamat: Toko utama Zhong Shuijiao, Renmin Middle Road dekat Tianfu Square; ada cabang juga di Chunxi Road.
- Transportasi: Metro jalur 1/2 stasiun Tianfu Square keluar A; atau jalur 2/3 stasiun Chunxi Road.
- Jam buka: Sekitar 09:00–21:00.
- Harga per orang: Sepiring kecil ¥15–25; tambah sup dan minuman per orang ¥30–50.
- Tips: Begitu dihidangkan gulingkan pangsit dalam minyak cabai merah. Takut berminyak katakan "sedikit minyak".
Tips untuk Wisatawan Asing
Zhong Shuijiao adalah hidangan pembuka paling lembut dalam masakan Sichuan: pedasnya bulat, gula menekan rasa pedas dengan nyaman. Ukurannya kecil, mudah membuat ketagihan, turis sering tanpa sadar memesan lagi sepiring. Di sela-sela mengunjungi Kuil Wuhou atau Kuanzhai Alley, datang untuk satu porsi sangat pas.
Paduan, Minuman, dan Etika Makan
Makan orang Chengdu sering dimulai dengan teh. Sebuah teko teh hijau gaiwan (teh hijau) atau teh melati (teh melati), bisa membersihkan mulut di antara rasa pedas. Orang lokal juga sering memesan bir Yanjing dingin (bir Yanjing) atau air tebu (air tebu) untuk meredakan pedas. Saat membayar, lihat bagaimana orang lokal berebut: orang yang menjamu pasti bersikeras membayar, struk didorong ke sana kemari antara dua orang adalah kesopanan, bukan pertengkaran. Anda adalah tamu biarkan tuan membayar; Anda yang menjamu tersenyum sambil membayar. Sebelum makan, lap sumpit dengan handuk panas (handuk tangan panas), jangan pernah menusukkan sumpit tegak ke dalam mangkuk nasi — itu seperti dupa untuk leluhur. Makanan terlalu pedas jangan minum air, semakin minum semakin pedas; pesan segelas es asam plum (asam plum) gratis, atau makan semangkuk nasi putih untuk meredakan. Menurut standar Chengdu, makan di sini sangat santai: suara menyeruput mie, mengobrol keras, menambah semangkuk lagi, semuanya adalah tanda makanan ini enak.