Pengumuman Situs
Chengdu 365 Telah Hadir — Chengdu Anda dalam 24 Bahasa Dimulai di Sini
Selamat datang di chengdu365.com, gerbang global menuju Chengdu! Dari panda raksasa dan hot pot pedas hingga 3.000 tahun…
Kuliner

#4 Fuqi Feipian, Irisan Daging Sapi dalam Minyak Cabai Merah

Daging sapi, jantung sapi, lidah sapi setipis kertas, terendam dalam minyak cabai merah yang mengkilap, di belakangnya tersembunyi cerita cinta Chengdu lama.

#4 Fuqi Feipian, Irisan Daging Sapi dalam Minyak Cabai Merah

Fuqi Feipian (fūqī fèipiàn) namanya terdengar menakutkan, padahal tidak ada sepotong paru pun. Pada tahun 1930-an, di Chengdu ada sepasang suami istri bernama Guo Chaohua dan Zhang Tianzheng, berjualan di pinggir jalan daging sapi sisa yang sudah direbus bumbu. Karena rasanya enak, pelanggan langsung menyebut hidangan ini "suami istri". Kemudian koran memberinya nama yang lebih puitis "Feipian" (irisan paru), padahal isinya adalah daging sengkel sapi, jantung sapi, lidah sapi, dan babat sapi.

Irisan Tipis Menunjukkan Keahlian

Fuqi Feipian yang enak, kuncinya ada pada kontras tekstur. Jeroan sapi direbus dengan api kecil sampai lembut tapi tidak hancur, lalu didinginkan dan diiris hampir tembus cahaya. Bumbunya adalah minyak cabai merah yang baru dibuat, kecap asin, sedikit gula dan cuka, ditambah bubuk merica Sichuan, kacang tanah cincang, wijen sangrai, butiran seledri. Hidangan dingin ini begitu dihidangkan, langsung terasa numbing, pedas, wangi, dan renyah, menjadi hidangan pembuka di restoran Sichuan, juga teman sempurna bir di malam musim panas.

Cara Pesan dan Paduan

Toko bumbu rebus menimbang per jin, restoran menyajikan per piring. Dua orang pesan setengah porsi (bàn fèn) sudah cukup. Dipadukan dengan nasi putih, mie, atau langsung sebotol bir dingin. Perhatikan bedanya dengan bumbu rebus ala Kanton — versi Sichuan pasti merah, berminyak, dan numbing.

Informasi Praktis

  • Alamat: Toko utama Fuqi Feipian di Zongfu Road, dekat Chunxi Road; pedagang bumbu rebus di pasar tradisional juga sama autentiknya.
  • Transportasi: Metro jalur 2/3 stasiun Chunxi Road, berjalan kaki ke selatan 5 menit.
  • Jam buka: Toko utama sekitar 09:00–21:30; pedagang bumbu rebus 07:00–19:00.
  • Harga per orang: Restoran sepiring ¥48–78; toko bumbu rebus per 250 gram ¥40–60.
  • Tips: Takut berminyak katakan "sedikit minyak cabai merah". Siapkan tisu, jari pasti berminyak.

Tips untuk Wisatawan Asing

Takut jeroan? Pesan dulu versi daging sapi murni (niúròu), sebenarnya itu hanya daging sapi rebus bumbu. Hidangan ini adalah hidangan dingin, makan begitu dihidangkan, tidak perlu menunggu. Hampir tidak ada yang menyesal pertama kali mencoba, setelah menghabiskan sepiring biasanya ingin pesan lagi.

Paduan, Minuman, dan Etika Makan

Makan orang Chengdu sering dimulai dengan teh. Sebuah teko teh hijau gaiwan (teh hijau) atau teh melati (teh melati), bisa membersihkan mulut di antara rasa pedas. Orang lokal juga sering memesan bir Yanjing dingin (bir Yanjing) atau air tebu (air tebu) untuk meredakan pedas. Saat membayar, lihat bagaimana orang lokal berebut: orang yang menjamu pasti bersikeras membayar, struk didorong ke sana kemari antara dua orang adalah kesopanan, bukan pertengkaran. Anda adalah tamu biarkan tuan membayar; Anda yang menjamu tersenyum sambil membayar. Sebelum makan, lap sumpit dengan handuk panas (handuk tangan panas), jangan pernah menusukkan sumpit tegak ke dalam mangkuk nasi — itu seperti dupa untuk leluhur. Makanan terlalu pedas jangan minum air, semakin minum semakin pedas; pesan segelas es asam plum (asam plum) gratis, atau makan semangkuk nasi putih untuk meredakan. Menurut standar Chengdu, makan di sini sangat santai: suara menyeruput mie, mengobrol keras, menambah semangkuk lagi, semuanya adalah tanda makanan ini enak.

← Back to section