San Da Pao (sān dà pào) adalah hidangan penutup sekaligus pertunjukan. Sejak pameran rakyat akhir Qing, pedagang melemparkan gumpalan ketan ke papan, tiga bunyi "bam" memantul ke nampan berisi tepung kedelai, suaranya seperti meriam, jadi disebut "Tiga Meriam Besar". Hari ini pertunjukan seperti ini masih bisa dilihat di Jinli dan Kuanzhai Alley, rasanya pun masih Chengdu lama.
Sebenarnya Makan Apa
Tiga gumpalan ketan dilemparkan ke papan, memantul ke dalam piring besar tepung kedelai sangrai, disiram saus gula merah, ditaburi wijen. Teksturnya lembut, kenyal, dengan aroma kasar tepung kedelai, rasanya manis, aroma sangrai, tidak enek. Satu porsi tiga butir, dipadukan dengan semangkuk kecil kue beras atau segelas teh.
Informasi Praktis
- Alamat: Ada stan di Jinli Ancient Street, Kuanzhai Alley, Wenshu Monastery Snack Street.
- Transportasi: Metro jalur 3 stasiun Jinli; jalur 4 stasiun Kuanzhai Alley; jalur 1 stasiun Wenshu Monastery.
- Jam buka: Stan sekitar 10:00–21:00, paling ramai akhir pekan dan hari libur.
- Harga per orang: Satu porsi ¥10–20, di kawasan wisata paling banyak ¥25.
- Tips: Melihat juru masak melempar gumpalan adalah poin utamanya. Makan selagi hangat, kalau dingin akan mengeras.
Tips untuk Wisatawan Asing
San Da Pao adalah hidangan penutup 100% tidak pedas, anak-anak dan orang yang takut pedas bisa makan dengan tenang. Ukurannya kecil, tidak bisa dijadikan makanan utama. Satu porsi dibagi dua orang pas, rekam video juru masak melempar gumpalan, lalu lanjut ke stan jajanan berikutnya.
Paduan, Minuman, dan Etika Makan
Makan orang Chengdu sering dimulai dengan teh. Sebuah teko teh hijau gaiwan (teh hijau) atau teh melati (teh melati), bisa membersihkan mulut di antara rasa pedas. Orang lokal juga sering memesan bir Yanjing dingin (bir Yanjing) atau air tebu (air tebu) untuk meredakan pedas. Saat membayar, lihat bagaimana orang lokal berebut: orang yang menjamu pasti bersikeras membayar, struk didorong ke sana kemari antara dua orang adalah kesopanan, bukan pertengkaran. Anda adalah tamu biarkan tuan membayar; Anda yang menjamu tersenyum sambil membayar. Sebelum makan, lap sumpit dengan handuk panas (handuk tangan panas), jangan pernah menusukkan sumpit tegak ke dalam mangkuk nasi — itu seperti dupa untuk leluhur. Makanan terlalu pedas jangan minum air, semakin minum semakin pedas; pesan segelas es asam plum (asam plum) gratis, atau makan semangkuk nasi putih untuk meredakan. Menurut standar Chengdu, makan di sini sangat santai: suara menyeruput mie, mengobrol keras, menambah semangkuk lagi, semuanya adalah tanda makanan ini enak.