Pengumuman Situs
Chengdu 365 Telah Hadir — Chengdu Anda dalam 24 Bahasa Dimulai di Sini
Selamat datang di chengdu365.com, gerbang global menuju Chengdu! Dari panda raksasa dan hot pot pedas hingga 3.000 tahun…
Kuliner

#11 Danhonggao, Kue Kecil Jalanan di Atas Wajan Besi

Telur, adonan beras dituang ke wajan besi kecil, dipanggang sampai pinggiran keemasan, tengah lembut, lalu diisi pasta kacang merah, wijen, sawi asin atau daging cincang — sarapan jalanan yang dimakan orang Chengdu sejak kecil.

#11 Danhonggao, Kue Kecil Jalanan di Atas Wajan Besi

Danhonggao (dànhōnggāo) adalah kue kecil jalanan paling merakyat di Chengdu. Sejak akhir Qing, di depan sekolah, di mulut gang ada stan tungku arang. Adonannya telur, air beras, tepung terigu ditambah sedikit ragi, dituang ke cetakan besi kecil, dipanggang sampai mengembang, dilipat dua bentuk pangsit kecil, lalu diisi. Luar renyah dalam lembut, aroma telur menusuk hidung, setiap orang Chengdu punya satu Danhonggao sendiri di hati.

Manis dan Asin Ada

Memilih isian adalah setengah keseruan. Manis klasik: pasta kacang merah (dòushā), wijen gula, cokelat, serutan kelapa. Asin: sawi asin, daging cincang, saus tomat, saus wijen, bahkan ada versi krim keju. Orang Chengdu lama paling suka "zicai mianjin" (zǐcài miànjīn), satu gigit asin gurih. Satu porsi beberapa yuan, dua menit matang.

Informasi Praktis

  • Alamat: Depan sekolah dan pasar malam: samping Sekolah Menengah Eksperimen Jalan Hongxing, dekat Universitas Sichuan, malam di Jalan Yulin Barat.
  • Transportasi: Metro jalur 1 stasiun Jinjiang Hotel; jalur 3 stasiun Kampus Wangjiang Universitas Sichuan; masuk ke gang kecil cari tungku arang.
  • Jam buka: Pasar pagi 07:00–10:00; sore 16:30–21:00 paling ramai saat pulang sekolah.
  • Harga per orang: Satu ¥4–8, dua tiga bisa jadi camilan.
  • Tips: Lihat juru masak melipat di depanmu. Makan selagi hangat, lima menit kemudian jadi lembek.

Tips untuk Wisatawan Asing

Danhonggao sama sekali tidak pedas, anak-anak dan orang yang takut pedas bisa makan dengan tenang. Cukup tunjuk kotak isian di belakang lemari kaca, pemilik tidak bisa bahasa Inggris tapi akan tersenyum membuatkannya. Dipadukan dengan segelas susu kedelai panas dari stan yang sama paling enak.

Paduan, Minuman, dan Etika Makan

Makan orang Chengdu sering dimulai dengan teh. Sebuah teko teh hijau gaiwan (teh hijau) atau teh melati (teh melati), bisa membersihkan mulut di antara rasa pedas. Orang lokal juga sering memesan bir Yanjing dingin (bir Yanjing) atau air tebu (air tebu) untuk meredakan pedas. Saat membayar, lihat bagaimana orang lokal berebut: orang yang menjamu pasti bersikeras membayar, struk didorong ke sana kemari antara dua orang adalah kesopanan, bukan pertengkaran. Anda adalah tamu biarkan tuan membayar; Anda yang menjamu tersenyum sambil membayar. Sebelum makan, lap sumpit dengan handuk panas (handuk tangan panas), jangan pernah menusukkan sumpit tegak ke dalam mangkuk nasi — itu seperti dupa untuk leluhur. Makanan terlalu pedas jangan minum air, semakin minum semakin pedas; pesan segelas es asam plum (asam plum) gratis, atau makan semangkuk nasi putih untuk meredakan. Menurut standar Chengdu, makan di sini sangat santai: suara menyeruput mie, mengobrol keras, menambah semangkuk lagi, semuanya adalah tanda makanan ini enak.

← Back to section